Panggilan di Indonesia memang memiliki beragam mitos dan fakta yang menarik untuk dibahas. Sejak zaman dulu, panggilan di Indonesia sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kita. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa mitos seputar panggilan di Indonesia yang ternyata tidak sepenuhnya benar?
Salah satu mitos yang sering kita dengar adalah bahwa panggilan “Mas” dan “Mbak” hanya digunakan untuk orang yang lebih tua. Namun, menurut ahli bahasa dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Siti Nurlaela, hal ini tidak sepenuhnya benar. “Panggilan ‘Mas’ dan ‘Mbak’ sebenarnya bisa digunakan untuk orang yang lebih muda atau sebaya. Yang penting adalah konteks dan hubungan antara pembicara,” jelas Prof. Siti.
Selain mitos, ada juga fakta menarik seputar panggilan di Indonesia. Misalnya, panggilan “Bapak” dan “Ibu” yang sering digunakan untuk orang yang lebih tua atau sebagai bentuk penghormatan. Menurut antropolog dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Slamet Wiyono, panggilan ini mengandung makna yang dalam dalam budaya kita. “Panggilan ‘Bapak’ dan ‘Ibu’ merupakan bentuk penghormatan dan pengakuan atas kedewasaan dan kebijaksanaan seseorang,” ujar Prof. Slamet.
Namun, tidak semua fakta seputar panggilan di Indonesia begitu sederhana. Ada juga panggilan-panggilan yang memiliki makna dan konotasi tersendiri, seperti panggilan “Kakak” dan “Adik”. Menurut psikolog klinis, Dr. Ayu Saraswati, panggilan ini bisa mencerminkan hierarki dan kedekatan antara dua orang. “Panggilan ‘Kakak’ dan ‘Adik’ bisa mencerminkan hubungan yang bersifat lebih formal atau lebih akrab antara dua orang,” jelas Dr. Ayu.
Jadi, sekarang kamu sudah tahu beberapa mitos dan fakta seputar panggilan di Indonesia. Jangan ragu untuk menggunakan panggilan yang sesuai dengan konteks dan hubunganmu dengan orang lain. Karena pada akhirnya, panggilan adalah bentuk penghargaan dan pengakuan atas orang lain dalam budaya kita yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.